New Delhi, India, 3 April 2026 – Pasar kendaraan roda dua listrik (E2W) India diproyeksikan tumbuh 48,2% pada tahun 2026, didorong oleh subsidi pemerintah yang diperpanjang, kenaikan biaya bahan bakar, dan permintaan mobilitas perkotaan. Sistem Manajemen Baterai (BMS) adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik keandalan dan keselamatan armada E2W India, yang mengatur paket baterai LiFePO4 untuk kinerja optimal.
Kinerja tinggiLiFePO4 BMSMenyediakan pemantauan sel secara real-time, mencegah tegangan berlebih (3,60–3,65V/sel), tegangan kurang (2,8–3,0V/sel), dan suhu berlebih (45–55°C) untuk menghindari pelarian termal—sangat penting untuk iklim India yang panas dan lembap. Alat ini juga menyeimbangkan tegangan sel: penyeimbangan pasif cocok untuk E2W kelas pemula, sedangkan penyeimbangan aktif (1–5A) ideal untuk model jarak jauh dan armada komersial.
Tren utama tahun 2026 untuk pasar E2W India meliputi perpanjangan subsidi pemerintah (109 miliar rupee hingga tahun 2028), perluasan infrastruktur pengisian daya, dan kepatuhan wajib terhadap BIS (Biro Standar India) untuk keselamatan BMS. Konektivitas cerdas melalui Bluetooth/RS485 untuk pelacakan status baterai juga menjadi standar.
Ukuran BMS (Battery Management System) disesuaikan dengan aplikasi: 4S/8S untuk skuter kecepatan rendah, 13S/16S untuk model jarak jauh. Seiring dengan berkembangnya pasar E2W (Electric 2 Wheel) di India, BMS LiFePO4 yang andal sangat penting bagi produsen dan pengguna untuk memastikan keamanan, masa pakai baterai yang lama, dan kepatuhan terhadap peraturan setempat.
Waktu posting: 03-Apr-2026
